Oleh: drummerfan | Februari 7, 2010

Tips Menghadapi Auditor dan Tanggapan dari Auditor

TIPS NON-TEKNIS

1. Tempatkan auditor di ruangan yang AC nya sangat dingin atau ngga pakai AC sama sekali.
Memang terlihat kejam. Tapi apa boleh buat, anda harus membuat auditor susah konsentrasi dan ngga betah sehingga jadi pengen buru-buru pull-out (balik ke kantornya)

Jawaban auditor:
Sungguh kejam. Tapi jangan salah, auditor itu adalah orang-orang gesit dan pintar. Sebelum berangkat ke klien, 5 lapis jaket sudah disiapkan di dalam koper. Syal berbagai motif sudah di taruh di dalam tas. Satu lagi, sarung buat ngeronda juga di simpan di dalam tas. Nggak heran, kalau tas auditor itu semuanya gede-gede. Kalau nggak ada AC, itu masalah sepele. Auditor punya cadangan kipas dari seluruh penjuru mata angin. Nggak heran juga, kenapa tas auditor sebesar geladak kapal.

2. Cicillah data dan dokumen yang harus anda berikan ke auditor secara bertahap
Ini satu trik supaya auditornya ngga punya banyak bahan untuk nanya-nanya lebih jauh. Cara terbaik adalah, kasih data-data umum dulu, baru yang lebih detil. Tanpa rincian detil auditor bakalan bingung mau cek-kroscek apa. Kalopun auditornya nanya soal yang detil, anda bisa jawab, “Oh, kita punya data rinciannya Pak, tapi lagi disiapin sama staf saya.” Paling bagus kalau data yang berpotensi dicecar pertanyaan auditor dikasih pas hari terakhir penugasannya, jadi ngga sempat dianalisa lebih mendalam..hehehe.

Jawaban auditor:
Trik yang cukup jitu. Buat auditor pemula, trik ini cukup ampuh ngejatuhin mental. Kalau sudah bertahun-tahun, trik beginian udah karatan. Bagi pemula, kalau di sodorkan data antah berantah begitu, langsung tanya buat apa, kejar terus datanya, tanya sama stafnya, buru terus kemejanya. Kalau perlu, tongkrongin terus sampai kelar. Tak kenal lelah. Tak kenal susah. Seperti lagu pahlawan, maju terus pantang mundur.

3. Jangan memberikan nomer HP pribadi anda
Kecuali anda naksir sama auditornya, jangan pernah memberikan nomer hp anda ke auditor yang lagi ngaudit kantor. Kalo auditor lagi minta dokumen atau ada yang mau ditanyain ke anda, mereka akan menguber anda dengan segala cara.

Jawaban auditor:
Namanya auditor, mana pernah kehilangan akal. Pas TOC Payroll, simpan semua data-data lengkap karyawan. Plus alamat, nomer hp dan emailnya. Kalau perlu, catat juga no hapee orang tuanya, istrinya, suaminya ataupun tetangga-tetanggany a. Jangan mau tau berapa besar gajinya aja. Atau juga, datangin saja HRD buat nanyai segala macam kekurangannya.

4. Usahakan pulang tenggo dengan berbagai alasan
Auditor umumnya mengidap penyakit workaholic kronis, baik itu bawaan orok atau tuntutan profesi. Jika anda ngga berbakat lembur atau tinggal jauh dari kantor, buatlah alasan serasional mungkin ketika anda pulang tenggo, misalnya mau ikut ronda di kelurahan atau lagi ikut kursus bahasa mongolia kelas malam.

Jawaban auditor:
Silahkan saja pulang duluan, tapi siap-siap saja, besok pagi Anda akan di tongkrongin berjam-jam, ditungguin sama auditornya sampai Anda mempersiapkan data yang dimintai olehnya. Hati-hati, auditor itu tukang mengadu. Bisa-bisa Anda di tegur manajer Anda, karena lalai memberikan data yang diminta kepada auditor.

5. Jangan nongkrong di ruangan auditor > 5 menit atau sekalian ajak ngobrol ngalor ngidul
Kalau anda ngga menguasai semua permasalahan keuangan kantor anda, jangan berlama-lama duduk bersama auditor karena anda secara ngga sadar sedang dijadikan narasumber. Kalo jawaban anda bener sih ngga masalah. Kalo salah? Bos anda bisa ngamuk-ngamuk pas dikonfirmasi sama auditor. Atau sekalian minta rekan kantor anda yang ngga ada hubungan langsung dengan penugasan audit, katakanlah sekretaris di kantor anda, untuk duduk dan ngobrol macam-macam tentang cuaca, gosip artis, sepakbola atau apapun dengan auditor. Pilihannya kalo ngga si auditor ikut larut dalam pembicaraan ngga penting atau mereka kehilangan mood untuk melanjutkan pekerjaannya pada hari itu. Auditor ngga akan tega untuk mengusir sang sekretaris dari ruangan mereka, apalagi kalo mbaknya cakep

Jawaban auditor:
Auditor sebenarnya risih juga di datangi klien berlama-lama. Kalau Anda di tawari camilan oleh auditor, sebenarnya juga harus berhati-hati. Itu salah satu trik jitu agar Anda betah berlama-lama duduk dekat auditor. Kalau bicara tentang gosip. Auditor juga raja dan ratu gosip. Duduk berlama-lama di depan laptop, terkadang bukan hanya menganalisa pekerjaan dan working paper. Di kala resah dan gundah gulana, auditor juga suka menganalisa sebab-sebab perceraian selebritis, pernikahan ataupun gosip mantan-mantan pacar selebritis. Percayalah, sekretaris di kantor Andapun pasti kewalahan menanggapi gosip-gosip yang ternyata lebih di ketahui oleh sang auditor. Pasti, sekretarispun tak tahan, lalu menarik diri dari dunia pergosipan. Siap-siaplah Anda, kembali ditanyai oleh sang auditor.

6. Letakkan mesin fotokopi, fax atau dispenser di tengah-tengah sekelompok karyawan
Ini dilakukan semata-mata agar si auditor sungkan kalo mau bolak balik motokopi atau ngambil air minum isi ulang (ya iyalah…dipelototin sekian pasang mata ketika bolak balik ngerjain sesuatu biasanya menimbulkan efek kapok bagi yang bermental lemah ).

Jawaban auditor:
Mental auditor itu mental baja, seribu halangan datang menghadang, seribu satu cara menendang tantangan itu. Karena kebiasaan di tinggal oleh seniornya, auditor sering sendirian dan kesepian di dalam ruangan. Jadi, dispenser, mesin fotokopi ataupun fax yang ditaruh di tengah-tengah keramaian, justru makin membuat auditor junior tersebut kesenangan dan riang gembira bila berhasil bersosialisasi dengan sekitarnya. Apalagi dengan klien, wuih, gak ada ruginya deh! Kali aja ada yang cakep gitu, mungkin saja, ada udang di balik bakwan, ada jodoh diantara auditee!

7. Berusahalah untuk terlihat sangat sibuk
Tujuannya sama dengan poin nomer 6.

Jawaban auditor:
Sama. Persis sama. Auditor juga suka pura-pura sangat sibuk. Bahkan, ketika dia mendatangi Anda dengan seribu satu pertanyaannya. Percayalah, tak sepenuhnya seluruh tanya itu harus di jawab. Mungkin auditornya cuma kesal saja, melihat Anda yang terlihat sangat sibuk tapi sekalipun Anda belum memenuhi data-data permintaannya.

8. Gunakan kata-kata yang menjatuhkan mental si auditor

Kalimat seperti “oo.. jadi adek ini lulus kuliah tahun 2008? Cilik yo…” atau “dek, aku udah membuat laporan keuangan ini sejak kau masih SD” umumnya akan membuat si auditor tertekan dan cenderung jadi sangat berhati-hati kalo nanya atau minta data biar ngga dibilang masih anak bawang. Tips ini hanya berlaku terhadap auditor baru yang fresh from the college. Auditor dengan pengalaman ngaudit > 3 tahun biasanya udah imun terhadap trik ini.

Jawaban auditor:
Kalau auditor yang baru lulus, katakan saja Anda lulus dengan predikat cumlaude. Kalau klien berkata laporan keuangannya di buat sejak masih SD, bilang saja, lain dulu, lain sekarang. Peraturan perpajakan sudah beda. PSAK pun berubah terus. Coba tanya, apakah si Bapak klien itu tahu tentang aturan PSAK terbaru?

TIPS TEKNIS

1. Berani berkata ‘tidak tahu’, ‘udah lupa’ atau kalimat menyangkal lainnya

Tips ini terinspirasi dari jawaban-jawaban para tersangka kasus korupsi di Indonesia yang cari aman dengan kata-kata dan kalimat menyangkal itu. Hasilnya bervariasi. Kadang auditor manggut-manggut sambil nulis-nulis sesuatu di laptopnya atau mereka akan minta pejabat lain yang lebih tinggi pangkatnya untuk menjawab pertanyaan anda. Yang penting anda terlepas dari stress untuk sesaat kan?

Jawaban auditor:
Wah, makanya minum Panadol, Pak. Tidak tahu itu bukan jawaban ampuh untuk menyelesaikan masalah terjepit Anda dengan auditor. Solusinya, beritahulan setahu Anda. Bantu auditornya. Auditor cepat selesai dengan pekerjaannnya, Andapun segera terbebas dari auditannya bukan?.

2. Jawab pertanyaan auditor dengan berbelit-belit dan tidak fokus
Tips ini juga terinspirasi dari jawaban tersangka kasus korupsi dan hanya berlaku terhadap auditor baru. Auditor berpengalaman umunya ngga mau mendengar penjelasan berbelit-belit. Mereka akan mengganti pertanyaan menjadi pernyataan, dan hanya meminta anda menjawab ya atau tidak, benar atau salah. Kalau dah begini, kembali ke tips teknis #1

Jawaban auditor:
Hm, saran yang jelek. Anda pasti tidak mau kan, terlihat bodoh di depan auditor? Memang sih, auditor itu jauh lebih pintar dari pada kliennya. Hehehehe. Tapi, masa sih, auditor lebih memahami masalah di kantor Anda daripada Anda sendiri? Gak salah tuh?

3. Operlah bola setiap kali anda terdesak
Katakan “ntar langsung tanya sama bos saya aja, pak” atau “itu yang bikin rincian piutangnya lagi cuti pak” atau “saya cuma disuruh ngeprint aja pak, ngga ngerti detilnya dari mana” untuk pertanyaan-pertanya an audit yang memojokkan anda. Ibarat permainan sepakbola, kalo kantor anda lagi diaudit, mainkanlah peran sebagai playmaker yang tetap menggiring bola kalo keadaan aman dan langsung ngoper kalo dah terdesak lawan. Hehehe… toh Steven
Gerrard jauh lebih ngetop di bandingkan Bambang Pamungkas kan? *analogi asal-asalan*

Jawaban auditor:
Sayang sekali, yang sedang bediri di depan Anda adalah David Beckham. Kemanapun bola di oper, bola tersebut pasti kembali ke gawangnya.

DISCLAIMER

1. Tips ini tidak disarankan untuk anda yang sedang menyembunyikan kejahatan dari pemeriksaan auditor. Jika itu yang anda lakukan, saya sarankan anda menyerahkan diri kepada yang berwajib dalam waktu selambat-lambatnya 2×24 jam.

2. Tips ini tidak ditujukan untuk merendahkan atau menjelek-jelekkan suatu profesi tertentu. Tips ini saya persembahkan untuk teman-teman auditor dan teman-teman teraudit yang punya kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. Mari kita tidak saling merepotkan…=)

Jawaban auditor:
Tepat. Laporan keuangan Anda pasti disclaimer kalau Anda berbuat seperti ini!

sumber: kaskus


Responses

  1. ya ampun, auditor jadi seperti musuh😆

    • emang seringkali auditor dianggap sebagai momok, bahkan musuh…
      yah, karena suka nyari nyari kesalahan😀

  2. kalau saya auditornya,,, tipz numb 1 merasa kurang nyaman pastilah akan minta remote ac na, jika data pelid maka saya akan semakin curiga, dan kalau ada yg tidak dikasih saya berikan ajah keputusan tidak wajar atau wajar dengan pengecualian ahahhaha

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih

    • kalo kita seperti dihalang halangi untuk mendapat dokumen sih, saya pasti akan memberi opini disclaimer. karena pembatasan scope oleh auditee
      terimakasih telah berkunjung😀

  3. artikel yang bagus bro, terima kasih kemarin ngasih koment ke blog aku, salam kenal, tukeran blogroll yu bro?? gimana??cobain buka kategori lelucon di blog aku mungkin nyambung dengan artikel2mu kaawan.

    • oke deh bro, terima kasih juga telah berkunjung disini
      tuh sudah saya pasang blog anda di blogroll saya

  4. tips ok tuh…bisa dicoba kapan2…hahahaha
    salam kenal…trim’s dah mampir…

  5. hehehe…terimakasih juga telah mampie disini

  6. Memang sebagai calon auditor harus tahu dulu trik-trik sebaliknya dulu ya…wakakakak…..
    Tapi auditor disewa buat kebaikan perusahaan bukan? Atau hanya sekedar memenuhi persyaratan legal (pajak) bahwa perusahaan harus diaudit sebelum lapor pajak?

  7. laporan keuangan diaudit untuk kepentingan perusahaan itu sendiri, masyarakat, dan pemerintah.
    untuk masyarakat, agar diketahui perusahaan tersebut menyusun laporan keuangannya dengan wajar atau tidak. jadi masyarakat tidak ragu untuk berinvestasi kepada perusahaan tsb.
    untuk masyarakat yah seperti yg bisa diketahui sendiri itu contohnya🙂
    untuk perusahaan itu sendiri agar kinerja perusahaan bisa meningkat dan demi kelangsungan perusahaan itu sendiri. sebab bisa saja manajemen melakukan kecurangan sehinga merugikan berbagai pihak termasuk stockholder

  8. bos, kalo ada yg nawarin entertaint, gmn jawaban auditor🙂

  9. sebenarnya seh,,auditor gak nyari”kesalahan,,kami hanya mencoba untk meluruskan apabila ditemukan adanya ketidak sesuaian dengan peraturan yang berlaku,,

  10. “AUDITOR BUKAN HOROR TAPI KOREKTOR”

    kalo kita lurus-lurus aja ngapian juga kita harus blingsatan kaya cacing kepanasan?coz qita bisa menjamin yang dilakukan udah sesuai dengan sistem yang ada… piss bro…

  11. Jawaban Auditornya kreatif.
    saya aja g pikir sampai sana🙂

  12. Kalau kita hanya mengejar sertifikasinya saja…. ya akan begini terus cara kita mengelabuinya. Kita butuh sertifikasinya beserta syarat dan prasyaratnya. Kenapa takut kepada Auditor, karena merekalah kita bisa mengoreksi kekurangan tersebut kembali ke peraturan yang sebenarnya, jangan menjadikan Auditor sebagai ancaman tetapi sebagai teman, Bila ditemukan kekeliruan sudah menjadi kewajiban kita untuk membenahi, karena juga hasil dari Audit tersebut menjadi acuan untuk perusahaan menjadi lebih baik lagi. Makanya buatlah segala laporan secara Update, benar dan rapi, jangan mempersiapkan bahan disaat akan diaudit, malah bikin repot kita bila tidak siap. Dengan hasil ini saya bangga perusahaan saya bekerja dapat Grade A, walaupun masih ada yang perlu dibenahi lagi….. sukses Auditor BRC !!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: