Oleh: drummerfan | Februari 17, 2010

EVERYDAY CORRUPTION

adalah judul film yang saya tonton bersama teman teman saya sekelas saat kuliah etika profesi PNS.

“Korupsi merupakan Tradisi.” Kata korupsi memang sudah akrab ditelinga masyarakat indonesia. Mulai dari anak-anak, anak sekolah, remaja, ibu rumah tangga, tukang sayur, sopir hingga kakek nenek di panti jompo pun tahu apa itu korupsi. Seperti itu kira kira prolog dalam opening film dokumenter “Faces of Everyday Corruption in Indonesia”. ternyata korupsi telah dilakukan oleh lebih dari 90% masyarakat Indonesia, hal itu merupakan tradisi yang diwariskan oleh penjajah Belanda. dan menurut film ini, korupsi di Indonesia makin berada di puncaknya saat masa pemerintahan orde baru. menurut saya sekarang, keadaan juga tidak jauh berbeda, karena justru korupsi dilakukan dari kalangan atas sampai bawah. mungkin ini seperti mengepel tangga, dimana saat membersihkan tangga paling atas, tangga di bawahnya akan terkena air kotor bekas dari lantai atasnya.

di film itu juga ditunjukkan tentang pungutan liar yang dilakukan oleh oknum polisi maupun TNI di salah satu tempat hiburan malam yang tak jauh letaknya dari istana negara. hal itu dilaporkan oleh pembuat filmnya(Lexy Rambadeta) kepada Anton Bahrul Alam di tahun 2001. beliau (Anton Bahrul Ulum) menjanjikan akan menindak tegas anggotanya yang telah melakukan pungli ataupun penyalahgunaan wewenangnya. namun apa yang terjadi, di tahun 2006 ketika si pembuat film  datang lagi ke tempat hiburan malam tersebut dan ternyata masih saja hal tersebut terjadi. melihat hal itu, Lexy kembali melaporkannya kepada Anton Bahrul Alam kembali yang saat itu beliau telah menjabat sebagai kadiv humas mabes POLRI. beliau menjawab pertanyaan tentang tindakan penyalahgunaan wewenang tersebut kembali. makin menunjukkan bahwa tindakan KKN memang sangatlah sulit untuk diberantas.

ketika seorang narasumber diwawancarai, dia mengaku sering melakukan KKN dalam pengadaan barang oleh pemerintah. dia mengaku kalau tindakannya memang melanggar hukum, tapi dia juga menyalahkan pemerintahnya sendiri yang memberi kesempatan kerjasama KKN. ketika ditanya tentang KPK apakah menurutnya efektif atau tidak, dia hanya menjawab tidak akan efektif sama sekali. menurutnya para anggota KPK hanya 10 orang, dan pelaku KKN sebanyak 90 orang, hal ini membuat saya miris. dan menurut dia lagi kalau untuk memberantas KKN diperlukan orang yang telah paham benar tentang KKN, yaitu orang yang pernah melakukannya. dia mencontohkan adalah Bob Hasan, “suruh saja Bob Hasan menjadi ketua KPK, pasti akan membuat koruptor takut”. dan pepatah gunakan sapu yang bersih untuk membersihkan debu ternyata tidak berlaku baginya🙂


Responses

  1. parahnya lagi, kalau korupsi nggak ngrasa korupsi… alias “memang sudah hak-nya”… kan udah ada persentase-persentase pembagian, jadi absah🙂

    • haha…korupsi berjamaah itu namanya😀

  2. ya…minimal kita2 jangan ikuti jejak “koruptor” walaupun hanya kecil2lan…

    jika ada yang punya kekuatan dan keberanian…or ide jitu…tuk basmi korupsi yang seperti lingkaran syetan……..hebat!!!

    • di salah satu komentar orang di film itu juga bilang korupsi yg sering dilakukannya pada waktu muda adalah nyontek. mungkin itu salah satu bentuk korupsi kecil

  3. Yah itu br yg kita merasa aja. Masih banyak yg kita tdk rasa, seperti hal kecil tp sebenarnya akibatnya besar, yaitu korupsi waktu. Iya kan!
    Kunjung balik nich. Ditunggu kunjung baliknya lagi!

    • ya, seperti lagunya blink all the small thing
      terimakasih telah berkunjung🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: