Oleh: drummerfan | Januari 1, 2011

Sepakbola: Politik dan Teknologi

Kegagalan Timnas Indonesia merebut piala AFF kembali terjadi di tahun 2010, dan itu merupakan final keempat Indonesia dalam kejuaraan sepakbola antarnegara di Asia Tenggara ini. meskipun menang dengan skor 2-1 melawan malaysia saat final di senayan, tetapi Indonesia harus puas kembali menduduki posisi runner up karena dalam leg sebelumnya di kandang malaysia, stadion bukit jalil, Indonesia digelontor 3 gol tanpa balas oleh malaysia. padahal pada babak penyisihan di Jakarta sebelumnya, Indonesia berhasil memukul  malaysia 5-1. karena Indonesia kembali gagal memperoleh piala AFF tersebut, publik Indonesia kembali saling menyalahkan. salah satu pihak yang paling dihujat saat itu adalah Nurdin Halid yang menjabat ketua umum PSSI dan media yang terlalu over membahas timnas bahkan sampai kepada berita yang sepele seperti membawa sample rumput Gelora Bung Karno apakah bisa dimakan kambing atau tidak. dan itu menurut saya adalah berita paling konyol di saat pemberitaan mengenai timnas makin membanjiri publik Indonesia.

Politik

saat Indonesia bermain di Gelora Bung Karno hampir selalu ada spanduk yang dibentangkan oleh suporter Indonesia yang menuntut agar Nurdin turun dari jabatannya, bahkan worldwide trending topic di twitter pun saat itu #NurdinTurun

oh iya, sebelumnya saya ingatkan kalo saya tidak berpihak pada siapapun disini, saya tidak memihak warna hijau, merah, biru, kuning, pink, atau apapun lainnya. saya lebih suka warna bening transparan😀

kembali tentang timnas Indonesia, sebelum berangkat ke malaysia pun mereka diundang oleh orang terkaya kesepuluh di Indonesia tahun 2010 versi majalah forbes, Aburizal Bakrie, untuk menghadiri jamuan makan di rumahnya. baru kali ini saya mengetahui pengusaha yang bisa mengundang rombongan pemain dan official timnas Indonesia ke rumahnya. ternyata keluarga Bakrie menghibahkan 25 hektare tanah di Jawa Barat kepada PSSI untuk pendidikan dan pelatihan sepakbola di Indonesia. nuansa politik di tubuh PSSI pun makin dirasa oleh publik apalagi saat ini banyak media mempunyai akun twitter yang bisa diakses oleh siapapun hanya dengan memfollownya.

Politisasi pun terus berjalan ketika skuad Indonesia bertarung di Bukit Jalil. Sejumlah spanduk besar bergambar beberapa tokoh politik terpasang di salah satu sudut stadion. Di antara beberapa spanduk yang dipasang, tampak empat spanduk bergambar tokoh politik populer. Yakni Presiden SBY, Ketum PSSI sekaligus kader Golkar Nurdin Halid dan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie serta Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa. Spanduk-spanduk tersebut di buat dengan besar yang sama. Dengan latar warna yang berbeda dan diberi lambang Garuda Pancasila. Bahkan spanduk Hatta sampai jelas memasang lambang partainya menjadi background. [sumber]

dalam kompetisi lokal pun PSSI juga mempunya banyak masalah, salah satunya adalah isu tentang skenario Liga Indonesia yang merebak saat kongres sepakbola nasional di Kota Malang beberapa bulan lalu. karena merasa banyak yang tidak puas terhadap PSSI, Arifin Panigoro pun membentuk kompetisi tandingan yaitu Liga Premier Indonesia (LPI) yang katanya akan menjadi kompetisi paling sehat dan ideal di Indonesia. bahkan LPI berani memberikan dana awal sebesar 30 miliar rupiah kepada klub peserta LPI ini.

PSSI pun tidak mau kalah dengan mengancam akan memblacklist pemain yang bermain pada klub peserta LPI dengan melarangnya bermain di dalam timnas Indonesia. bahkan PSSI juga melaporkan hal ini kepada AFC (Asian Football Confederation) bahwa ada pembangkang yang harus segera dimasukkan ke dalam daftar hitam. LPI menganggap langkah yang dilakukan PSSI ini sebagai tindakan pengecut karena tidak berani bersaing, tetapi tidak lama kemudian PSSI juga menganggap LPI sebagai banci. [sumber]

 

Teknologi

pihak lain yang ikut dianggap menjadi penyebab kegagalan timnas Indonesia menjuarai piala AFF adalah media. media dianggap terlalu mengeksploitasi timnas dengan pemberitaannya yang terlalu berlebihan. praktis selama berlangsungnya piala AFF ini, timnas PSSI menjadi berita yang paling membooming di Indonesia bahkan mengalahkan pemberitaan sepakbola tim-tim Eropa. hal itu dianggap membocorkan strategi timnas kepada tim lawan. selain itu pemberitaan yang terlalu heboh tersebut membuat publik ber-euforia sebelum waktunya tetapi euforia yang seharusnya dilakukan ternyata malah gagal dilakukan karena Indonesia justru kalah di final.

Bambang Pamungkas pun bahkan berkata: saya merindukan saat sepakbola hanya dibicarakan di warung kopi.

memang teknologi yang semakin berkembang saat ini membuat orang-orang semakin mudah memperoleh informasi. bahkan teknologi saat ini dianggap bisa mendekatkan yang jauh, tetapi bisa juga menjauhkan yang dekat. bagaimana tidak, menjamurnya social networking seperti facebook dan twiiter ini membuat orang betah di depan komputer ataupun melihat layar ponselnya. karena terlalu sering berinteraksi dengan gadgetnya, membuat sebagian orang kehilangan moment berinteraksi sosial dengan orang sekitarnya. tidak sedikit orang yang terlalu sering update status di feacebook, tetapi saat berinteraksi di dunia nyata menjadi pasif dan sangat pendiam. atau bahkan mempunyai twit ribuan tetapi di dunia nyata tidak banyak tindakan yang dilakukan.

Life was much easier when Apple and BlackBerry were just fruits

bahkan yang terakhir ini terjadi pada saya, saya diundang untuk bergabung dengan grup facebook 1 juta facebooker menuntut Nurdin Halid mundur, ada pula petisi online yang menuntut Nurdin Halid mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI. saya tentu saja menolak semua ajakan tersebut, karena menurut saya tindakan tersebut adalah sia-sia. kalau benar-benar menginginkan hal itu terjadi, lakukan dalam dunia nyata tidak hanya mengomel di dunia maya.

tindakan progresif dilakukan oleh beberapa suporter Persebaya, Bonek, yang menuntut Nurdin Halid mundur dari ketua umum PSSI. tidak tanggung-tanggung, mereka berdemonstrasi di depan markas FIFA di  Swiss.

saya menjadi teringat kata-kata teman saya yang kuliah di sistem informasi, dia ingin membuat software converter dari file berekstensi [dot]dream menjadi [dot]real. dia bilang bahwa software converter tersebut adalah ACTION.

 

NB:

  • berpikir sebelum bertindak, bertindak sebelum terlambat
  • just think…and keep on thinkin’…unuseful because of doin’ nothing…
  • jangan bermental pecundang saat mengalami kegagalan dengan saling menyalahkan, segera introspeksi dan perbaiki apa yang perlu diperbaiki

 

WELCOME TO 2011


Responses

  1. kalau diliat-liat tulisannya kayak karya ilmiah ni hahaha

    • haha… ga juga sih bro, tp emang sengaja pake kata-kata yg baku biar bisa diterjemahin langsung sama google translate.

  2. gimana lagi, lha wong si ical mau nyapres n takut kalah gara2. sepakbola pun ditunggangi. Payah tuh ical…

    ^_^

    • saya netral aja deh pak🙂

  3. kapan bangsa ini sadar dan mulai berbenah?????

    • mari kita mulai dari diri kita sendiri aja pak, kalo harapin orang lain pasti susah

  4. Ha ha ha, bisa yah dikait-kaitkan…

    • kebiasaan orang dulu yg suka mengkait-kaitkan mbak, hehe….
      bahkan sekarang jaman teknologi yg semakin maju, orang masih saja mengkait-kaitkan hal yg tidak jelas buktinya dan begitu saja percaya….

  5. tetap semangat timnas idonesia, kmi bangga akan kerjakerasmu,,,

  6. mantap.. . kunjungi balik ya hehe

  7. ayo blognya diupdate mas:p

  8. wah nyimak aja mas.. btw salam kenal🙂

  9. semoga persepakbolaan kita semakin maju, dan ane berharap persepakbolaan kita tidak terus terusan di dominasi oleh politik demi kepentingan kepentingan pribadi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: